Pages

Thursday, July 5, 2012

All is (Always) Well.

Karena kita nggak tahu, mungkin saja bapak-bapak yang sedang berolah raga dengan senyum lebar dan penuh semangat pagi di ujung jalan sana menderita kanker, dan remaja pucat yang berjalan terseok-seok di depanmu ternyata tidak sakit, hanya saja sedang tidak punya semangat hidup.
 Don't judge a book by its cover.

Benar sekali.
Hari ini dimulai denganaku yang terbangun jam 12 malam. Tenggorokanku sakit luar biasa, dan hidungku mampet, padahal bersin-bersin terus. Aku udah mulai minta tolong ke Tuhan. Merintih sakit. Kedinginan. Demam.

Yang kupikirkan hanya cara untuk bisa tidur lagi, before every single thing going worser. Tapi ternyata aku tetep nggak bisa tidur. Sampai akhirnya pilihan akhirku nyalain HP dan pasang mp3. Rumor_Butiran Debu sukses menghantarku tidur.


Paginya. Tenggorokanku semakin nyeri. Badanku sakit gara-gara masih memar-memar habis hatuh dari motor. Aku nggak bisa bangun. Tch, what a messy morning.

Mulai manggil-manggil mbah. Minta tolong diambilin teh. Yang kupirkan cuma; air, hangat, tenggorokan nggak kering, nggak mati muda. Setelah sukses minum, aku putuskan satu; aku buka cewek lemah yang kalo sakit cuma bisa merintih dan minta tolong. Seorang Sasha nggak secetek itu.

Berbekal "Dalam nama Yesus," aku melompat berdiri. Melawan rasa sakitku dan berjalan menuju cermin kamarku sembari bilang ke arah bayangan, "Sha, kamu kuat. Penyakit ginian mah, cupu!" lalu dengan penuh semangat jalan ke luar, minum teh sendiri. Dan yang paling bikin akubangga adalah; berhasil makan sepiring nasi (walaupun dengan porsi kecil) dengan tenggorokan yang sakit luar biasa. Rasanya, gila, mantap banget *nangis* Akucuriga amandel saya kumat. Tapi saya nggak mau sok lemah. Orang jagoan kok disuruh lemah, sih :))

Waktu periksa ke dokter, katanya amandelku memang merah banget. Orang dipegang dari leher aja udah dari sakit luar. Tapi, lagi, aku nggak selemah itu. Aku hadapi semua dengan senyum.

Dan walaupun aku jadi jarang bicara hari itu, aku terlihat sehat-sehat saja.

Yang mau aku katakan adalah kalian harus teliti melihat keadaan orang. Kadang orang-orang yang kalian pikir terpuruk, baik-baik saja. Dan orang yang sebenarnya terpuruk, terlihat baik-baik saja.

See? Sama sepertiku. Mungkin aku terlihat sesehat biasanya. Tapi jika diperhatikan, aku jadi jarang bicara, jalan terseok-seok karena memar besar di kaki dan pegal habis-habisan di sekujur tubuh.

Tapi aku baik-baik saja.

Aku akan selalu baik-baik saja.


No comments:

Post a Comment

Leave your footsteps here.