Pages

Wednesday, March 20, 2013

Writer's Block


Perasaan itu.

Saat kau sudah menulis jalinan kata-kata, kemudian menghapusnya kembali tanpa beban.
Melirik waktu, dan menyadari sekian menit yang kau habiskan adalah sia-sia.
Pada kenyataannya, lembaran yang ingin kau isi tetap putih, bersih, tidak tampak kalau sekian menit sebelumnya ada untaian kata disana.

Perasaan itu.

Saat seorang menuduhmu telah menelantarkan karya fiksimu.
Kau tahu itu bodoh.
Bagaimana tidak bodoh? Apa kau harus menelentarkan kenyataanmu demi fiksimu?
Itu bodoh.
Tapi tetap menyakitkan.
Wahai pendatang baru, pahamilah dulu. Seseorang tidak akan meninggalkan sesuatu tanpa alasan.

Perasaan itu.

Saat dua bola matamu beradu dengan lembaran kertas yang membawa otakmu pada dunia lain diluar sana.
Dan pada akhirnya yang kau dapatkan adalah iri.
Iri karena kau tidak punya waktu lebih dari 24 jam tanpa mengikis tubuhmu sendiri.
Waktu untuk bersabar, dan menulis.

Perasaan itu.

Kalau kau sekarang meletakkan jarimu di atas keyboard, dan berpikir, maka kau mengerti.
Jika kau sekarang memegang pena, mengalasinya dengan lapisan serat-serat kayu tipis dan berpikir, maka kau mengerti.
photo credit:  elizabethdilk.com

No comments:

Post a Comment

Leave your footsteps here.